DAILYLIFE KULTUR

Mengenal Shakuhachi, Alat Musik Tradisional Jepang

flutesnew

Mendengar suara tiupan suling tradisional Jepang pasti selalu mengingatkan kita kepada samurai atau geisha di film-film Jepang . Ya, Shakuhachi namanya. Sebuah alat musik tiup tradisional dari Jepang yang terbuat dari bambu. Pada awalnya suling ini dipakai oleh biksu – biksu Jepang untuk belajar meditasi tiup atau suizen (blowing meditation)

comp_large

Instrumen tradisional ini dapat memainkan tangga nada minor pentatonik. Cara memainkannya terbilang sulit, karena memiliki teknik peniupan yang berbeda dengan alat musik tiup lainnya. Tidak seperti recorder (block flute) yang sudah dapat berbunyi saat head joint-nya ditiup.

Harga shakuhachi yang terbuat dari bambu berkisar antara 3 sampai 60 juta rupiah. Harga yang bakal menguras dompet, namun setimpal dengan nilai yang diberikan karena shakuhachi tidak dapat di produksi masal. Para pengrajin harus menenunkan bambu yang sesuai, serta membuat lubang yang tepat agar nada yang dihasilkan sempurna.

Lalu bagaimana dengan kita yang ingin belajar? Tenang saja, karena selain dari bambu, shakuhachi juga terbuat dari kayu atau plastik. Selain harganya yang cukup terjangkau, yaitu dibawah Rp. 1.000.000, shakuhachi yang terbuat dari plastik ini juga lebih ringan dan tidak perlu perawatan khusus.

Selain digunakan untuk meditasi, shakuhachi juga digunakan di berbagai ensemble musik Jepang seperti koto, biwa dan shamisen. Beberapa komposer modern juga mengunakan shakuhachi di berbagai lagu-lagu ciptaan mereka.

About the author

Yohanes Kelvin

Pemain flute. Pernah jadi wota JKT48. Sampai sekarang masih kesengsem dengan Aki Takajo dan Stella Cornelia, alumnus JKT48. Dapat dihubungi di ID Line yohanes_kelvin atau bersurat di yohanes_kelvin@live.com.

Leave a Comment